Ahlan wa sahlan

Selamat datang kami ucapkan | Suara Gontor FM | Jaya di udara abadi di hati dari Gontor menyapa Indonesia | [Tanda - tanda hari kiyamat] | [Dunia Lain] | [Tata cara Shalat] peluang usaha

Thursday, July 2, 2009

PMD GONTOR 11 cab. Sumatra Barat

Semenjak dimulainya perintisan dan peletakan batu pertama pada awal bulan januari 2009 yang lalu, pondok ini telah berhasil membangun beberapa lokal yang memang masih diprioritaskan kepada sarana pokok kebutuhan santri sehari-hari seperti asrama, kelas, dapur dan kamar mandi. Melihat masih terbatasnya sarana dan prasarana yang ada, maka Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.) membuka untuk 100 siswa calon pelajar baru, dan hanya di peruntukkan bagi siswa putra tamatan MI atau SD....

Derap Langkah Pembangunan Gontor 11

semenjak kedatangan bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. dan KH. Hasan Abdullah Sahal pada tanggal 27 Mei lalu, Pondok ini pun berusaha untuk terus memacu laju pembangunannya, sehingga diharapkan pada pertengahan bulan Juli 2009 yang akan datang, seluruh sarana pokok seperti asrama, kelas, kamar mandi, dan dapur termasuk kamar guru, dan rumah pengasuh, telah dapat digunakan dengan optimal. Sehingga para calon pelajar dapat langsung tinggal dan belajar di dalam area pondok dengan sistem asrama sebagaimana mestinya. Mengingat gaung pembangunan Pondok Modern Gontor 11 ini telah meluas hampir ke semua penjuru dan pelosok Nagari (desa) Sulit Air dan juga telah sampai ke beberapa kota besar di Padang Sumatra Barat, diantaranya Solok, Batu Sangkar, Padang Panjang, bahkan Palembang. Untuk itu Bapak Pimpinan memandang perlu adanya percepatan dalam pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh santri dan juga guru yang akan tinggal di Pondok Gontor 11 cab. Sumatra Barat ini.

Hadirnya Suara Gontor FM di Nagari Sulit Air

Seiring dengan dibangunnya Pondok yang berdiri di atas tanah seluas 7 hektare wakaf dari keluarga “Datuk Permato Kayo” (Bp. Ali Rizal) ini, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pun membangun sebuah media Informasi bagi masyarakat nagari Sulit Air, guna memperluas informasi sekaligus sosialisasi ajaran dan nilai Gontor kepada seluruh masyarakat Nagari Sulit Air dan sekitarnya.
Alhamdulillah, dengan Izin Allah Suara Gontor Sulit Air FM ini telah mengudara sejak tanggal 1 Juni 2009 lalu, dan Alhamdulillah pula media yang mengedepankan misi dakwah ini pun mendapat respon yang cukup baik dari kalangan masyarakat sekitar. Dan berkat adanya media informasi ini pula gaung pembangunan Pondok Modern Gontor 11 dapat di sebar luaskan melalui jalur udara.

Sosialisasi Ajaran Gontor kepada Masyarakat.

“Banyak jalan menuju Roma” mungkin inilah peribahasa yang dipilih oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darusalam Gontor dalam mengenalkan ajaran-ajaran, nilai dan system Gontor kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia. Oleh karena itu selain Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor mengangap perlu adanya media informasi seperti radio, sebagai penyebar informasi melalui udara, maka pada tanggal 27 Mei 2009 lalu Bapak Pimpinan pun mengirim tiga orang Guru Muda dari Gontor, yang diharapkan dapat menjadi penyambung lidah ajaran, nilai dan system Gontor kepada masyarakat. Mereka itu adalah ( 1. Ustadz. Abdul Hamid al-Imam, S.Pd.I., 2. Ustadz. M Ghufron Abrori, dan 3. Ustadz. Abdul Chamid). Mereka bertigalah yang sampai saat ini masih berada di Nagari Sulit Air, sebagai penyambung lidah ajaran, nilai-nilai, dan sistem Gontor melalui beberapa kegiatan, diantaranya adalah : Ceramah Islam, yang biasa di adakan oleh masyarakat sulit air pada hari jum’at setelah shalat shubuh, dan wirid mingguan yang biasa diadakan pada hari rabo malam selepas shalat maghrib sampai Isya’, dan juga pengajian jama’ah muslimat yang biasa diadakan 2 minggu sekali di mushala-mushala atau masjid-masjid yang ada di Nagari Sulit Air secara Bergilir. Dari beberapa kegiatan ini lah mereka bertiga dapat memberikan gambaran, sekaligus dakwah tentang Gontor secara ringkas namun jelas.
Bersamaan dengan dilakukannya pendekatan terhadap masyarakat dengan mengikuti beberapa kegiatan di yang telah tersebut di atas, mereka bertiga juga membuka sebuah taman pendidikan Al-Qu’an yang diformulasikan untuk anak-anak penduduk sekitar nagari Sulit Air, guna memberikan sebuah pembinaan terhadap generasi muda yang sesuai dengan Syariat Islam, sehingga suasana Keislaman dan Kebersamaan pun akan tumbuh subur bahkan berkembang di Nagari nan elok Sulit Air ini, amin….. semoga!

baca selengkapnya......

Wednesday, April 22, 2009

Antara Ukhuwah dan Pacaran

PMDMG3 : Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah Islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget (apa hubungannya?)?


Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai perjalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu? Ati-ati!

Hmm… rasa cinta itu muncul karena seringnya bersama atau bertemu, begitu maksudnya? Yup, kamu cukup cerdas dalam masalah ini. Iya, jadi jangan kaget or heran kalo sesama aktivis pengajian muncul perasaan itu. Apalagi di antara mereka udah saling mengetahui kebiasaan masing-masing. Dijamin perasaan 'ser-seran' keduanya dijembatani oleh seringnya komunikasi dan frekuensi pertemuan. Udah deh, panah-panah asmara mulai dilepaskan dari busur masing-masing dalam nuraninya. Duh gusti, itu artinya sang panah asmara siap menembus hati masing-masing. Siap memekarkan bunga-bunga di taman hati mereka. Seterusnya, jatuh hati dan saling memendam rindu. Uhuy!

Jadi, kalo nggak kuat-kuat amat imannya, kamu bakalan melakoni aktivitas pacaran sebagaimana layaknya dilakukan oleh mereka yang masih awam sama ajaran agama. Nggak terasa, di antara kamu mulai berani janjian untuk ketemu di masjid. Walau mungkin masih malu-malu. Tapi jangan salah lho, jika nafsu udah jadi panglima, akal sehat kamu pasti keroconya. Kamu lalu deklarasi, "akal sehat saatnya minggir!" Waduh, gimana jadinya kalo sesama aktivis malah terjebak dalam perasaan-perasaan seperti ini?

Sobat muda muslim, memang ukhuwah itu tidak dibatasi cuma kepada satu jenis manusia aja, tapi kepada dua jenis sekaligus, yakni laki dan wanita. Bahkan ukhuwah Islamiyah berdimensi sangat luas, yakni nggak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapan pun dan di mana mereka berada, asal mereka adalah muslim, itu saudara kita. Hanya saja, untuk ukhuwah dengan lawan jenis, memang ada aturan mainnya sendiri, sobat. Nggak sembarangan, atau nggak sebebas dalam bergaulnya seperti kepada teman satu jenis. Itu sebabnya, kita bahas masalah ini.

***

Ketika Cinta Mulai Menggoda

Rasa cinta itu unik. Nggak mengenal status seseorang, dan juga suka tiba-tiba aja datang. Hadir dalam jiwa, menggerogoti hati, mengaduk-mengaduk perasaan, yang akhirnya muncul rasa suka dan rindu. Duh, banyak pujangga yang berhasil menorehkan kata-kata puitisnya tentang cinta. Sebab cinta itu naluriah. Pasti dimiliki oleh seluruh manusia, termasuk hewan. Allah udah memberikan rasa itu kepada manusia. Firman-Nya : "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak." (QS. Ali Imraan [3] :14).

Nah, gimana jadinya kalo sesama aktivis pengajian muncul rasa cinta? Nggak masalah. Sah-sah saja kok. Bahkan sangat mungkin terjadi. Itu naluriah. Cuma, tetap harus aman dan terkendali. Nggak boleh mengganggu stabilitas nasional (ciiee.. bahasanya pejabat banget tuh!). Iya, saat cinta menggoda, jarang yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran dong kalo sampe ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran?

Sobat muda muslim, itu sebabnya kamu kudu bisa jaga diri. Ukhuwah Islamiyah di antara sesama aktivis pengajian tentunya nggak dinodai dengan perbuatan yang mencemarkan nama baik organisasi, nama baik kamu, nama baik sesama aktivis pengajian, dan yang jelas kesucian Islam. Jangan sampe ada omongan, "aktivis pengajian aja pacarannya kuat, tuh! Muna deh!" Coba, gimana kalo sampe ada yang bilang begitu? Nyesek banget kan? Jelas lebih dahsyat dari wabah SARS tuh! Upss...

Kalo udah gitu, bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang punya predikat 'paham agama' lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian yang pacaran, orang di sekililing mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh, bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Bandingkan dengan orang yang belum paham agama, atau nggak aktif di organisasi kerohanian Islam, biasa-biasa aja tuh. Sobat, inilah semacam 'hukuman sosial' yang kudu ditanggung seseorang yang udah dipandang ngerti. Padahal, sama aja dosanya. Tapi, seolah lebih besar kalo itu dilakukan oleh aktivis pengajian. Gawat!

Wajar juga sih pandangan seperti itu. Sebab, umat kan lagi nyari siapa yang dapat ia percayai dan teladani dalam kehidupannya. Jadi, jangan khianati kepercayaan mereka kepadamu hanya gara-gara soal cinta yang kebablasan. Sebab, mereka menganggap bahwa kamu mampu menjaga diri dan mungkin orang lain. Nah, kalo kemudian kamu melakukan perbuatan yang merendahkan martabatmu, rasanya pantes banget kalo kemudian mereka nggak percaya lagi sama kamu yang aktif di pegajian. Betul apa betul?
Sobat muda muslim, cinta seketika bisa datang menggoda, hadir dalam jiwa, memenuhi rongga dada, dan membawa asa yang menghempaskan segala duka yang pernah ada. Hmm.. kalo itu yang kamu rasakan, harap hati-hati. Ukhuwah di antara kamu jangan dinodai dengan aktivitas bejat, meskipun atas nama cinta. Berbahaya. Jangan heran kalo Kahlil Gibran pernah bikin puisi seperti ini : "Cinta berlalu di hadapan kita, terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya."
***

Jaga Jarak Aman!

Idih, emangnya mengendarai mobil sampe dibilang jaga jarak aman? He..he..he... jangan salah euy, justru yang berbahaya adalah karena seringnya deketen, apalagi sampe gesekan segala (emangnya kartu kredit main gesek?).

Jaga jarak aman adalah cara ampuh menjaga hati kita untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya. Bukankah seringkali kamu tak berdaya jika deketan sama orang yang kamu incer? Sebab, kalo nggak diatur dengan batasan ajaran agama, kamu bisa kebablasan berbuat tuh. Bener. Jangan sampe kamu lakuin.

BTW, apa aja sih batasan bergaul dengan lawan jenis, khususnya sesama aktivis? Iya, biar kita jadi ngeh, apa yang boleh dilakukan dan mana yang terlarang untuk dilakoni. Supaya ukhuwah kita nggak bias dengan pacaran.

Pertama, kurangi frekuensi pertemuan yang nggak perlu. Memang, kalau sudah cinta, berpisah sejam serasa 60 menit, eh maksudnya setahun. Bawaannya pengen ketemu melulu. It's not good for your health, guys! Ini nggak sehat. Perbuatan seperti itu bukannya meredam gejolak, tapi akan memperparah suasana hati kita. Pikiran dan konsentrasi kita malah makin nggak karuan. Selain itu bukan mustahil kalau kebaikan yang kita kerjakan jadi tidak ikhlas karena Allah. Misal, karena si doi jadi moderator di acara pengajian, eh kita bela-belain datang karena pengen ngeliat si doi, bukan untuk nyimak pengajiannya itu sendiri.

Yup, kurangi frekuensi pertemuan, apalagi kalau memang tidak perlu. Kalau sekadar untuk minjem buku catatan, ngapain minjem pada si doi, cari aja teman lain yang bisa kita pinjam bukunya. Lagipula, kalau kamu nggak sabaran, khawatir ada pandangan negatif dari si doi. Bisa-bisa kamu dicap sebagai ikhwan atau akhwat yang agre (maksudnya agresif). Zwing... zwing.. gubrak!

Kedua, jangan 'menggoda' dengan gaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu. Jadi, ketika kamu berbicara dengan lawan jenis harus diperhatikan intonasi dan gaya bicaranya. Bagi wanita, jangan sekali-kali ketika berinteraksi dengan anak cowok menggunakan gaya bicara yang mendayu-dayu kayak penyanyi dangdut. Suaranya dibuat merdu merayu hingga menyisakan rasa penasaran yang amat sangat bagi kaum lelaki. Wow! Firman Allah : "Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut (mengucapkan perkataan, nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik." (QS. al-Ahzab [33] : 32).
Ketiga, menutup aurat. Nggak salah neh? Kalo aktivis kan udah ngeh soal itu Bang? Bener. Harusnya memang begitu. Tapi, banyak juga yang belum tahu bagaimana cara mengenakan busana sesuai syariat. Akhwatnya masih pake kerudung gaul yang 'cepak' abis! (kalo yang bener kan 'gondrong'. He..he..). Iya, kerudungnya aja modis banget. Pake lipstik lagi bibirnya. Bedakannya tebel banget pula. Minyak wanginya? Bikin ikan sekom ngapung!
Jadi buat para akhwat, jangan tabarujj deh. Duh, kebayang banget lucunya kalo aktivis pengajian tabarujj alias tampil pol-polan dengan memamerkan kecantikannya. Jangan ya, Allah SWT berfirman : "... dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu." (QS. al-Ahzab [33] : 33).
Banyak lho yang mengaku aktivis masjid tapi kelakuannya masih begitu. Jadi, mari kita sama-sama membenahi diri kita dan juga teman-teman yang lain sesama aktivis masjid. perubahan memang butuh proses. Tapi, kudu dimulai dari sekarang. Siap kan? Heu-euh!
Keempat, kurangi berhubungan. Mungkin ketemu langsung sih nggak, tapi komunikasi jalan terus tuh. Mulai dari sarana 'tradisional' macam surat via pos, sampe yang udah canggih macam via telepon, HP, dan juga internet. Wuih, ketemu langsung emang jarang, tapi kirim SMS dan nelponnya kuat. Apalagi kalo urusan chatting, pake ada jadwalnya segala. Udah gitu, kirim-kirim e-mail pula. Hmm... jadi tetep berhubungan kan? Emang sih bukan masuk kategori khalwat. Tapi kan bisa menumbuhkan rasa cinta, suka, dan sayang? Nggak percaya? Jangan dicoba! He.. he..
Kelima, jaga hati. Ya, meski sesama aktivis pengajian, bisikan setan tetap berlaku. Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika shalat dan membaca al-Qur'an. Firman Allah SWT : "Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. ar-Ra'du [13] : 28).
Oke deh, kamu udah punya modal sekarang. Hati-hatilah dalam bergaul dengan teman satu pengajian. Jaga diri, kesucian, dan kehormatan kamu dan temanmu. Jangan nekat berbuat maksiat. Kalo udah TKD alias Teu Kuat Deui, segera menikah saja (kalo emang udah mampu). Kalo belum mampu? Banyakin aktivitas bermanfaat dan seringlah berpuasa.
Emang sih kalo pengen ideal, kudu ada kerjasama semua pihak; individu, masyarakat dan juga negara. Hmm.. soal cinta juga urusan negara ya? Negara wajib meredam dan memberantas faktor-faktor yang selalu ngomporin masyarakat untuk berbuat yang nggak-nggak. Betul? Jadi, jangan sampe ukhuwah kita berubah jadi demenan! Catet yo..?


baca selengkapnya......

Tuesday, February 24, 2009

KISAH KEPOMPONG

Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap2 mengkerut.Orang tersebut terus...
mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu.

Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah
bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yg menghambat dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang. Saya memohon Kekuatan ..Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran .... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon kebahagiaan dan cinta kasih...Dan Tuhan memberikan kesedihan kesedihan untuk dilewati.

Saya memohon Cinta .... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk
ditolong.

Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati.... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yg saya inginkan, saya mendapatkan segala yang
saya butuhkan.

baca selengkapnya......

Thursday, February 19, 2009

Shalat Tahajjud

Tahajud artinya bangun dari tidur. Sholat tahajud artinya sholat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar. Imam Syafii berkata: " Sholat malam dan sholat witir baik sebelum atau sesudah tidur dinamai tahajud. Sejarah mencatat bahwa ibadah sunah yang pertama kali di syariatkan setelah faroidl ( ibadah yang yang fardhu ) adalah sholat tahajud.
Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan bahwa Rasul Saw tidak pernah meninggalkan sholat tahajud sampai Rasul wafat...
Said bin Hisyam bertanya kepada Aisyah tentang sholat Nabi di waktu malam: Aisyah menjawab: "Apakah anda tidak membaca surat Al Muzammil. "Ya" : jawab Said. Maka sholat malam pada permulaan surat ini di jalankan oleh Rasulullah dan dan sahabatnya selama satu tahun, sampai kaki mereka bengkak dan Allah belum menurunkan ayat ke 20 dalam surat ini sebelum 12 bulan. Kemudian Ayat yang ke 20 di turunkan untuk meringankan, sehingga sholat malam menjadi sunah sesudah di wajibkan.
( HR Ahmad AM dan Muslim )
Imam Turmudzi meriwayatkan dari Abu Umamah dari Rasulullah Saw beliau bersabda: "Kalian harus mengerjakan sholat malam sebab itu kebiasaan orang-orang Sholeh sebelummu juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga sebagai penebus dosa dan kejelekan serta dapat menangkal penyakit dari badan.
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Syaitan mengikat kuduk seseorang dengan tiga ikatan ketika ia tidur, ia pukul tempat tiap ikatan pada kuduk tersebut, sambil berkata: "Tidurlah, kamu mempunyai malam yang cukup panjang. Bila ia bangun berdzikir untuk mengingat Allah, lepaslah satu ikatan, lalu apabila ia pergi berwudhu terurailah satu ikatan lagi dan manakala ia sholat lepaslah ikatan yang terakhir sehingga ia menjadi bersemangat dalam beribadah, demikian pula ia tidak menjadi sempit dan malas. ( HR Bukhori). Bahwasannya Nabi di tanya oleh sahabat: ''Sholat manakah yang paling utama setelah sholat lima waktu ? Rasulullah menjawab : "Sholat Tahajud. ( HR Muslim )

Waktu Yang Utama Untuk Sholat Tahajud

Waktu melaksanakan Sholat Tahajud dan witir adalah sejak selesainya Sholat Isya' hingga Sholat Subuh. Kita dapat menyimpulkan bahwa sholat malam itu dapat di kerjakan di permulaan, pertengahan dan di penghabisan malam. Namun menurut hadist yang Shoheh, " Sebaik- baiknya waktu untuk menjalankan Sholat Tahajud adalah sepertiga malam yang terakhir yaitu kurang lebih jam 2 dan jam 3 sampai datang waktu Sholat Subuh. Sabda Rasulullah Saw dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi bersabda:"Tuhan kita Azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu Allah berfirman:"Barang siapa yang berdo'a kepada-Ku pasti Ku-kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku pasti Ku-beri dan barang siapa yang minta ampun kepada-Ku pasti Ku-ampuni. (HR Jama'ah)
Pada saat manakah sholat malam yang lebih utama ? Abu Dzar menjawab: "Saya pernah menanyakan demikian kepada Rasulullah Saw, maka Beliau bersabda : " Pada tengah malam yang terakhir, tetapi sedikit sekali yang suka menjalankan. (HR Ahmad AM)


Bilangan Rakaat Sholat Tahajud Dan Sholat Witir
Dari Hadist yang Shoheh. Telah berkata Aisyah bahwasanya Rasul Saw pernah sembahyang antara sembahyang Isya' dan Subuh sebelas rakaat yaitu ia beri salam pada tiap-tiap 2 rakaat dan ia sembahyang witir 3 rakaat. ( HR Bukhori). Dari beberapa hadist Shohih menerangkan Sholat Tahajud Nabi dan hampir semua menunjukkan bahwa Sholat Tahajud dan Witir sekaligus yang di kerjakan oleh Rasulullah Saw itu 13 rakaat yaitu 2 rakaat untuk sholat iftitah, 8 rakaat untuk Sholat Tahajud dan 3 rakaat untuk sholat witir.

Etika Sholat tahajud

Terdapat etika yang perlu di perhatikan dalam melaksanakan Sholat Tahajud yaitu an:
• Orang yang hendak menjalankan Sholat Tahajud diantaranya harus berniat akan melakukan Sholat Tahajud ketika akan tidur, ini sesuai dengan sabda Nabi: "Barang siapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam, tapi tertidur sampai pagi, mereka di tuliskan apa yang di niatkan dan itu merupakan sedekah untuk Tuhan. ( HR Ibnu Majah dan Nasa'i)
• Membersihkan berkas tidur dari wajahnya kemudian bersuci dan memandang ke langit sambil berdoa membaca akhir dari surat Al Imran.
• Membuka Sholat Tahajud dengan Sholat iftitah.
• Hendaknya membangunkan keluarganya untuk bersama-sama Sholat Tahajud.
• Jika mengantuk hendaknya sholatnya di hentikan saja sampai kantuknya hilang.
• Jangan memaksakan diri dan hendaklah Sholat Tahajud di jalankan sesuai dengan kesanggupan. Karena itu mengkondisikan diri adalah cara yang terbaik. Karena itu bila sudah terbiasa bangun di tengah malam rasa berat dan kantuk akan hilang.

Hikmah dan manfaat Sholat Tahajud
• Orang yang Sholat Tahajud akan memperoleh nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur katanya berbobot, mantap dan berkualitas.
• Mendapat tempat terpuji di dunia dan di akhirat kelak.
• Dihapuskan segala dosa dan kejelekannya dan terhindar dari penyakit.
• Akan hilang perasaan pesimis, rendah diri dan minder, kurang berbobot dan berganti dengan sikap optimis, penuh percaya diri, pemberani tanpa di sertai sifat sombong.

Hakikat Sholat Tahajud
Sholat Tahajud di syariatkan kepada Nabi Muhammad Saw setelah turun surah Al Muzzammil. Quthub M berkata: "Ketika Rasul Saw menerima Informasi bahwa pembesar Qurais telah berkumpul di balai pertemuan Darun Nadwah di mana mereka mempunyai rencana untuk menentang diri beliau dan untuk mematahkan dakwah yang di bawanya. Maka beliau berdiam diri lalu menarik baju luarnya rapat kebadannya sambil merebahkan dirinya. Ketika itu datanglah Jibril menyampaikan surat al Muzzammil ayat 1-19 dan dua belas bulan kemudian turunlah ayat yang ke 20 yang isinya meringankan cara beribadah dengan melakukan Sholat Tahajud.
Apabila kita cermati sebab di turunkanya surat al-Muzzammil di atas maka dapat di kemukakan dua hal pokok, yang membuat Nabi di rundung kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan. Beratnya tugas dakwah yang di emban Nabi Saw dan memerlukan kekuatan jiwa. Hebatnya rencana musuh yang di hadapi.
Menurut riwayat dalam kondisi seperti itu Nabi Muhammad Saw merenung sambil berbaring dengan menyelimuti badannya dan ketika itu datanglah Malaikat Jibril menyampaikan surat al Muzzammil ayat 1 s/d 10.
" Hai orang yang berselimut, bangunlah di malam hari kecuali sedikit dari padanya atau lebih dari seperdua itu dan bacalah al-Qur'an dengan tartil, sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu qoulan tsaqilan. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih khusuk dan bacaan di waktu itu lebih terkesan, sesungguhnya pada siang hari kamu mempunyai urusan yang panjang, sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan, Dialah Tuhan Masyrik dan Maghrib. Tiada tuhan melainkan Dia. Maka ambillah Dia sebagai pelindung dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
Hai orang yang berselimut mempunyai makna orang yang sedang di rundung kegelisahan, kecemasan dan kekhawatiran karena menghadapi beberapa kemungkinan yang akan menimpa pada diri Nabi. Bangunlah di malam hari kecuali sedikit dari padanya ini merupakan solusi yang di tawarkan Al Qur'an untuk menghilangkan perasaan negative tersebut dengan bangun dan mengambil air wudhu kemudian sholat.

Mutiara

Sholatmu adalah cahaya, ketika manusia tidur terlena .
Tidurmu sebagai penghalang bagi sholat malammu
Umurmu adalah keuntungan besar bila engkau memanfaatkannya.
Membiarkan waktu berlalu yang tiada makna dan arti,
adalah kerugian besar yang tak mungkin dapat di tebus.



baca selengkapnya......

Tuesday, February 17, 2009

Ketika Bumi Menjadi Sempit

Pernahkah kita merasakan bumi yang kita diami ini menjadi sempit sehingga napas kita menjadi sesak? Jika belum, dengarlah kisah Ka'ab bin Malik lima belas abad yang lampau……..
Ketika Nabi yang mulia berangkat perang bersama para sahabat beliau dalam perang Tabuk, ada tiga orang sahabat yang enggan ikut dalam barisan pasukan Nabi, yaitu Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi'ah. Ka'ab bercerita, "Ketika kudengar berita bahwa Nabi telah kembali dari Tabuk, terpikir dalam hatiku untuk berdusta. Aku berpikir bagaimana supaya selamat dari kemurkaan Nabi. Namun ketika Nabi sudah sampai di Madinah, aku berpikir bahwa aku tidak akan selamat sedikit pun.


Aku kemudian memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya mengapa aku tidak ikut berperang bersama beliau." Nabi datang di Madinah. Aku temui dia. Beliau tersenyum, senyum marah.
"Kemarilah," ujar Nabi. Aku duduk di dekat beliau. Nabi yang mulia bertanya, "Apa yang menyebabkanmu tidak ikut berperang?" Aku berkata, Ya Rasul Allah, jikalau aku menghadap penduduk dunia selain engkau, tentu aku sanggup menyelamatkan diri dari dari kemurkaan dengan mengajukan alasan. Tetapi, demi Allah, sekiranya aku berdusta kepada engkau agar engkau ridha, mungkin Allah segera membuatmu marah kepadaku. Demi Allah, aku tidak mempunyai alasan apapun. Demi Allah, waktu aku meninggalkan diri, aku berada dalam keadaan yang baik (dan mampu untuk berperang).

Rasul bersabda, "Orang ini berbicara benar. Pergilah, sampai Allah memberikan keputusan tentang kamu." Nabi kemudian mengisolir Ka'ab dan kedua temannya sampai datang putusan dari Allah. Nabi melarang kaum Muslim berbicara kepada mereka. Bahkan, isteri mereka pun kemudian dilarang mendekati mereka. Wajah umat Islam berubah kalau melihat Ka'ab. Mereka segera memalingkan wajahnya.
Ka'ab bercerita, "Aku shalat berjam'ah bersama kaum Muslimin. Aku berkeliling kota dan pasar. Tidak seorangpun menegurku. Aku datangi Rasul sesudah shalat. Aku ucapkan salam kepadanya. Aku ingin tahu apakah beliau menggerakkan bibirnya membalas salamku.Aku shalat didekatnya dan mencoba melirik kepadanya. Usai shalat beliau melihatku, tetapi segera memalingkan wajahnya ke arah lain.

Aku tinggalkan Nabi. Aku berjalan dan berjalan, sampai ke rumah saudara sepupuku, Abu Qatadah. Kuucapkan salam, tetapi demi Allah ia tidak menjawab salamku. Aku berkata, "Hai Abu Qatadah, tahukah engkau bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya? Aku ulangi beberapa kali. Abu Qatadah hanya diam. Aku ulangi lagi. Ia menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Air mata menggelegak di pelupuk mataku. Aku beranjak dari rumahnya."
Kejadian ini berlangsung lima puluh hari. Ka'ab dan kedua kawannya mengasingkan diri di sebuah bukit. Keluarganya mengantarkan makanan kepada mereka. Suatu hari Ka'ab berkata, "Orang-orang dilarang berbicara kepada kita. Kita pun sepatutnya tidak saling berbicara. Setelah itu mereka tinggal berjauhan.

Datang pula utusan dari Syam yang bermaksud merangkul Ka'ab dan kedua temannya agar membelot dari Islam dan bergabung dengan non-Muslim. Ka'ab berkata, "Tawaran ini juga bagian dari cobaan." Ka'ab menampiknya dan tetap setia dalam Islam meski telah diisolir oleh umat Islam.
Setiap hari Ka'ab dan kedua rekannya berdo'a, beristighfar dan menangis. Setelah lima puluh hari, Allah menurunkan ayat: "
(Dan Allah juga mengampuni) tiga orang yang meninggalkan diri di belakang. Ketika bumi yang luas terbentang terasa sempit bagi mereka dan mereka rasakan napas mereka sesak. Mereka tahu bahwa tidak ada tempat berlindung kecuali Allah. Kemudian Allah mengasihi mereka agar mereka kembali kepada Tuhan. Sesungguhnya Allah Penerima Taubat dan Maha Penyayang (QS 9: 118)

Ka'ab mendengar berita pengampunan ini setelah subuh. Ia memeluk pembawa berita. Ia rebahkan dirinya bersujud syukur. Segera ia temui Rasul. Rasul menyambutnya dengan senyum yang bersinar. Ketika melihat sambutan Nabi seperti itu (yang berbeda dengan sebelumnya). Ka'ab tidak dapat menahan air matanya. Ia menciumi tangan dan kaki Rasul yang mulia. Karena ia mendapat ampunan itu berkat kejujurannya, ia berjanji bahwa sejak itu lidahnya tidak akan pernah mengucapkan kebohongan. (Tafsir al-Durr al-Mantsur 4:309-315; Jalaluddin Rakhmat, 1993: 77-80)



baca selengkapnya......
Shalahuddin Al-Ayyubi
..............Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub dilahirkan di Takrit Irak pada tahun 532 Hijrah /1138 Masehi dan wafat pada tahun 589 H/1193 M di Damsyik. Beliau adalah pengasas Daulah Al-Ayyubiyah dan bergelar Sultan Shalahuddin. Seorang pahlawan Islam yang paling gagah berani dalam perang Salib dan berhasil merebut kembali Baitul Maqdis dari tangan kaum Salib Kristian. download file

 

Studio | Kirim Pesan | Pasang Iklan | Renungan Cinta | Cari siapa? | CEO Suargo

radio-ku mail : suargofm@yahoo.com | Design by Permata-art | Publisher : *2009 Gontor Procuction